Allah Berhati Ibu

Bacaan Renungan : (Mazmur 131:1-3)
Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan di hibur di Yerusalem...(Yes.66;13).
"Mama!" Rengekan putriku di tengah malam membangunkan tidurku. Ia terbangun lagi dengan kuman flu yang terus-menerus menggaggunya, bahkan pada pukul dua pagi. Tangisannya membangkitkan belas kasihan dalam hatiku yang mengantuk. Aku menggunakan suara dan sentuhan yang paling lembut untuk membuatnya nyaman lagi. Aku menarik naik selimutnya, mengelus rambutnya dengan tanganku. "Tidurlah sekarang." kataku menenangkanya," Semuanya baik-baik saja." Ia mendesuh puas dan menutup matanya.

Allah Berhati Ibu

Kembali di tempat tidurku sendiri, aku teringat pada sebuah frasa: hati ibu dalam diri Allah. Aku pernah mendengar frasa itu sebelumnya, tetapi malam ini aku memahaminya dengan cara baru. Frasa itu berarti aku tidak sendirian. Terkadang aku merasa sendirian. Ketika aku sendiri sedang flu atau ketika aku bangun dalam gelap setelah bermimpi buruk, aku merindukan kehadiran dan bantuan ibuku. Aku masih membutuhkanya, sekalipun usiaku 35 dan sudah bertahun-tahun tidak tinggal bersamanya. Kupikir, aku akan selalu membutuhkan cinta dan perlindunganya yang istimewa. Aku merasa nyaman saat berpikir bahwa, meskipun ibu duniawiku tidak di samping tempat tidurku malam ini, Allah, dengan hati seorang ibu, mendengarkan tangisanku. Allah berbisik, "Kembalilah tidur sekarang. Semuanya baik-baik saja. Aku di sini." 

Doa : Tolonglah kami agar kami bergantung kepada-Mu, ya Allah pengasih, seperti seorang anak bergantung kepada ibunya. Amin.
Doa Syafaat : Para Ibu.
Pokok Pikiran : Allah memelihara kita seperti seorang ibu memelihara anak-nya.

Penulis : Sara Matson

Judul buku : Saat Teduh Waktu Bertemu Tuhan

Bagikan Ini :

Previous
Next Post »