Tetap Bersyukur Ketika Hidup Tak Seperti Biasanya

Bersyukurlah ketika hidup tak seperti biasanya 

Mengucap syukur dalam segala hal (1 Tes 5:18). Itu berarti kita dituntut untuk dapat bersyukur untuk hal-hal yang buruk, yang tidak menyenangkan, yang menyakitkan hati, yang tidak masuk akal atau hal-hal yang terjadi di luar apa yang kita rencanakan. Hal yang membuat hidup tak seperti biasanya.

Perhatikan Ayub, ketika masalah yang terjadi sangat berat dan menekan jiwanya, ia berkata : ...apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?..(Ayub 2:10). Hal inilah yang dikehendaki Allah dalam diri kita. Jika kita sudah mengenal dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi kita tidak tahu mengucap syukur maka pengenalan kita akan Tuhan diragukan. Karena hati yang tidak tahu mengucap syukur, bukanlah hati orang percaya, melainkan hati orang yang tidak mengenal Allah, lebih ekstrim lagi dapat dikatakan hati orang jahat.

Tetap Bersyukur Ketika Hidup Tak Seperti Biasanya

Rasul Paulus mengungkapkannya kepada orang percaya di kota Roma : sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap (Rom1:12). Ia juga mengungkapkan hal itu kepada anak rohaninya, Timotius, bahwa orang-orang jahat pada akhir zaman ini adalah orang-orang yang tidak memiliki hati bersyukur, dikatakan : ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama (2Tim3:1-2).

Beberapa ayat Alkitab berikut ini menggambarkan bahwa ucapan syukur adalah ciri hidup orang percaya yang mengaku mengenal Allah :

* Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau (Mzm84:5)

* Aku akan mempersembahkan korban syukur kepadaMu, dan akan menyerukan nama Tuhan (Mzm116:17)

* Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur (Kol2:7).

* Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita (Kol3:17)

* Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (Ibr13:15).

Allah memiliki dua tempat tinggal, yaitu sorga dan hati yang lemah lembut dan tahu bersyukur, demikian ungkapan Izaak Walton. Ungkapan yang menyatakan bahwa penyertaan Allah ada pada mereka yang tahu bersyukur dan berterima kasih. Tetapi sebaliknya Allah murka kepada mereka yang selalu bersungut-sungut dan tidak tahu bersyukur. Kisah bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian adalah contoh nyata bagi kita : Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka dan ketika Tuhan mendengarNya bangkitlah murkaNya, kemudian menyalalah api Tuhan diantara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa kepada Tuhan, maka padamlah api itu (Bil11:1-2).

Untuk selalu mengucap syukur buat apapun yang terjadi, tidak semua orang dapat melakukannya. Ucapan syukur adalah suatu kebiasaan. Kebiasaan yang didapatkan melalui latihan dan belajar, serta kerendahan hati. Kalau kita perhatikan kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus, mungkin kita akan menjadi heran, mengapa hanya satu dari sepuluh orang kusta itu yang kembali dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus (Luk17:11-19). Mungkin orang kusta yang kembali ini telah terbiasa berterima kasih atas sesuatu yang ia terima. Jika kita orang yang tidak tahu bersyukur, maka kita tidak memiliki kesadaran untuk meningkatkan kebiasaan bersyukur dan berterima kasih atas apa yang diberikan Allah atau sesama kita.

Mengapa kita perlu bersyukur?

*Ucapan syukur mendatangkan keuntungan bagi kita. Dengan ucapan syukur kita menyenangkan dan memuliakan Allah. Seperti seorang anak yang berkata pada ayahnya : papa, saya bangga dan berterima kasih kepada Tuhan memiliki papa yang baik dan bertanggung jawab. Bapa di surga pun akan merasa sukacita di saat kita menyatakan rasa syukur atas berkat dan anugerah-Nya dalam kehidupan kita.
* Dalam ucapan syukur terdapat sesuatu yang indah. Alangkah sukacitanya hati orangtua jika anak-anak mereka tahu berterima kasih atas apa yang mereka dapatkan. Hati suami akan bersukacita jika sang istri dapat berkata terima kasih untuk segala sesuatu. Baik yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Begitu juga sebaliknya. Berterima kasih kepada pembantu kita, kepada orang-orang yang menopang kita, kepada teman melalui sebuah ucapan selamat, kepada tetangga melalui sesisir pisang. Terlebih lagi kepada Tuhan yang telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Dalam hal ini rasul Paulus menyimpulkan : bayarlah kepada semua orang yang harus kamu bayar..., rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat (Rom13:7).
* Ucapan syukur dapat menolong kita sendiri. Tanpa terasa saat kita merenungkan kebaikan Tuhan atau kebaikan seseorang yang dekat di hati kita, air mata menetes keluar, air mata sukacita. Tuhan Yesus berkata : berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan (Mat5:7). Apa yang kita peroleh saat ini adalah hasil dari apa yang kita tabur sebelumnya. Kita tabur ucapan syukur, kita tuai kebahagiaan. Kita tabur persungutan, kita tuai dukacita.
* Ucapan syukur juga memperkuat iman kita kepada Allah. John R. Bisagno dalam bukunya "The power of positive prayer" mengatakan bahwa langkah pertama yang sangat efektif dalam doa adalah pujian dan ucapan syukur. Datanglah dalam hadirat Tuhan dengan ucapan syukur karena hal itu menciptakan sesuatu dalam hati kita. Jika kita tidak tahu berterima kasih pada Tuhan hal tersebut melemahkan iman kita. Kita akan menjadi orang yang penuh dengan kekuatiran (Fil4:6).
* Ucapan syukur mengandung kuasa Allah. Tembok Yerikho roboh hanya karena pujian dan ucapan syukur (Yos6:1-27). Pintu-pintu penjara di Filipi terbuka saat Paulus dan Silas memuji Tuhan dan bersyukur kepadaNya (Kis16:19-40).

Kepada siapa kita harus bersyukur ?

* Pertama harus kita tujukan kepada Allah. Kepada Allah yang mana kita harus bersyukur ?
Hanya kepada Allah di dalam Yesus Kristus saja kita berikan syukur kita. Hanya Allah dalam Kristus yang menyatakan kasih dan kebaikanNya pada manusia "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh3:16).
Allah dalam Yesus Kristus, Allah yang suci, Allah yang tak terhampiri menjadi dekat bagi kita karena kasihNya. Ibarat seorang Bapa yang dekat dengan anak-anaknya, Bapa yang bertanggung jawab atas kehidupan anaknya. Bapa yang manakah yang memberi batu kepada anaknya jika meminta roti. Memberi ular jika anaknya meminta ikan dan memberi kalajengking jika anaknya meminta telur? Jika bapa yang jahat saja tahu memberi pemberian yang baik apalah lagi Bapa yang di sorga ? Inilah yang menjadi dasar ucapan syukur kita, bahwa segala apa yang baik selama ini kita terima adalah berasal dari padaNya "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang, padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yak1:17).

* Bersyukur juga kepada orang lain adalah baik. Anak yang bijak mendatangkan sukacita bagi orang tuanya (Ams.10:1). Orang-orang lain disekitar kita yang ikut membantu kita meraih keberhasilan. Seorang eksekutif tidak dapat bekerja sendiri, ia bergantung pada orang yang dapat melaksanakan perintahnya. Seorang pedagang bergantung pada pembeli, seorang mahasiswa bergantung pada dosen, seorang penulis bergantung pada orang yang membaca apa yang ditulisnya. Jadi siapapun dia, entah orang pintar, orang kuat, orang kaya membutuhkan orang lain untuk menopangnya, meraih apa yang didambakannya. Sir Isaac Newton mengatakan : If i have seen farther than othermen, it is because i have stood on the shoulders of giants. Maksudnya : jika saya mampu melihat sesuatu lebih jelas dari orang lain itu karena saya berdiri di pundak-pundak orang-orang hebat. Rasul Paulus juga mengakui hal yang sama (1Kor3:6). Untuk berhasil dan meraih sesuatu yang besar, kita perlu dukungan orang lain. Oleh sebab itu orang-orang yang mendukung kita, yang membela kita, yang memberi anjuran kepada kita, mengasihi serta menghormati kita, patut mendapatkan ucapan terima kasih kita, baik dalam bentuk kata-kata maupun dalam bentuk tindakan nyata.

Untuk apa kita bersyukur ?

Untuk semua yang Allah dalam anugerahNya berikan pada kita (kesehatan, keluarga, penghiburan, setiap kata dan perbuatan baik, pikiran yang tenang dan percakapan yang menyenangkan, tuntunan dalam langkah setiap hari).

Dalam segala hal berilah ucapan syukur :

untuk keindahan alam, rumput dan bunga-bunga yang indah
untuk kicauan burung dan dengungan kumbang
untuk angin sepoi-sepoi yang segar di musim panas
untuk bukit, gunung, sungai dan pohon
untuk gelombang samudera yang dahsyat
untuk tidur yang nyenyak di malam hari
untuk cahaya pagi yang datang kembali
untuk bintang-bintang yang gemerlapan di langit
untuk segala sesuatu yang kita lihat dan alami
Kita bersyukur untuk sifat dan pribadi Allah, serta apa yang Ia lakukan di masa lalu, hari ini dan di masa yang akan datang. Allah itu baik, dan untuk sifat dan karakter inilah kita bersyukur. Karena Ia baik, maka apapun yang terjadi dalam hidup kita, semua demi kebaikan kita semata. Manusia dapat mengubah yang baik menjadi buruk, namun tidak mampu mengembalikan yang buruk menjadi baik. Namun Allah yang Mahakuasa dapat melakukan hal tersebut. Kepada saudara-saudaranya Yusuf berkata : Memang kamu telah mereka-rekakan apa yang jahat terhadap aku, tetapi Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukannya seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kej50:20).

Dan pengalaman Raja Daud membuktikan bahwa tidak ada yang lebih baik dari Allah : Aku berkata kepada Tuhan. Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau! (Mzm16:2). Allah dapat mengubah segala sesuatu yang buruk menjadi baik dan merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal tersebut dapat kita katakan karya nyata Allah yang spektakuler. Karya spektakuler lain yang Allah buat adalah dijadikannya alam semesta dari sesuatu yang tidak ada (Kej1:2-3). Dalam penciptaan dunia dan seisinya ini, Allah melakukannya hanya dengan firmanNya. Tidak ada yang membantuNya hanya Allah sendiri dengan kuasaNya yang besar.

Bila kita renungkan ini, kita akan terkagum-kagum dan hati kita akan melimpah dengan ucapan syukur karena mengenal dan memiliki Allah yang dahsyat seperti Dia! Terpujilah Tuhan karena kebesaranNya yang melakukan semuanya itu. Di atas segala karya spektakuler Allah, Ia hadirkan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Dan untuk karya Allah yang satu ini, Rasul Paulus berkata : Syukur kepada Allah karena karuniaNya yang tak terkatakan itu (2Kor9:15).

Bagikan Ini :

Previous
Next Post »