Tuhan bekerja dengan cara yang tak terduga. Ia membuat semua terjadi sesuai waktu dan rencana-Nya. Pada masa Perjanjian Lama, Roh Tuhan belum hadir pada diri setiap orang percaya. Setelah Daud diurapi, Alkitab mencatat bahwa Roh Tuhan menguasainya. Roh Tuhan hadir pada pribadi-pribadi yang Ia urapi, termasuk raja Saul ketika Tuhan masih berkenan kepada-Nya. Karena pemberontakan Saul yang dilakukan secara sengaja, Tuhan menarik Roh-Nya daripadanya.

Seorang pegawai istana Saul mengingat bahwa Daud, sang gembala, mempunyai keahlian bermain musik yang bisa berguna bagi kebaikan raja Saul sehingga ia diundang ke istana. Dalam perannya di istana, ternyata Daud menunjukkan prestasi yang sangat baik sehingga Saul mengangkatnya kepada posisi yang tinggi sebagai pembawa senjatanya. Hingga saat ini, Saul belum mengetahui bahwa Daud telah diurapi oleh Samuel menjadi raja berikutnya atas Israel. Mungkin sekali Daud dan Isai pun tidak menyadari bahwa urapan yang dilakukan oleh Samuel adalah pengurapannya sebagai raja untuk menggantikan Saul.
Walaupun Roh Tuhan hadir dan menguasai hidup Daud, tidak berarti bahwa jalan yang ada di hadapannya lantas terbentang dengan leluasa dan ia menjadi tahu pasti apa yang Tuhan inginkan dari dia. Tuhan memberikan tuntunan-Nya selangkah demi selangkah. Daud perlu belajar berjalan bersama Dia dalam keseharian sehingga kepekaannya terhadap tuntunan Tuhan terbangun. Mari kita berjalan bersama Tuhan dan melatih kepekaan kita akan kehendak-Nya.
- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org -