Yesus Sanggup Memulihkan Hidup Orang Percaya

Yesus Sanggup Memulihkan Hidup Orang Percaya

Markus 1:41. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."

Ada banyak sekali dalam Alkitab Perjanjian lama menceritakan tentang orang yang sakit kusta, contoh:  Panglima Naaman, Miryam saudara Musa, raja Uzia, Gehazi bujang Elisa dan masih banyak lagi. Dari segala penyakit yang ada pada zaman dahulu, penyakit kusta adalah suatu penyakit yang paling ditakuti, karena tidak dapat disembuhkan.

Dan semua orang yang kena kusta ini dipastikan akan mati, ada orang yang berkata bahwa mereka itu seperti mayat hidup. Karena penyakit ini menggerogoti tubuh sipenderita, sampai ia akan kehilangan satu persatu dari anggota tubuhnya. Betapa mengerikannya penyakit kusta ini, sehingga banyak orang yang takut untuk berdekatan.

Didalam Perjanjian Baru, ketika Yesus hidup di bumi ini, Ia menyembuhkan orang yang sakit kusta, pada waktu itu sakit kusta adalah suatu kejijikan bagi orang Israel. Mereka harus dikucilkan dan dijahui dari sanak saudaranya, mereka harus di asingkan. Mereka harus berpisah dari keluarganya dan meninggalkan rumah serta menjauhkan diri dari orang banyak.

Jika ada seorang yang sakit kusta masuk ke kota, mereka harus berteriak "Najis, Najis" agar orang lain tahu kalau ia sakit kusta. Orang yang sakit kusta menjaga jarak dengan orang lain di sekitarnya, tidak boleh berdekatan apalagi bersentuhan dengannya. Karena banyak orang yang takut terjangkit penyakit yang belum ada obatnya itu.

Tetapi berbeda dengan Yesus, ketika orang itu datang serta memohon kepada-Nya untuk di sembuhkan, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, dan menjamah orang itu serta berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."Sebenarnya Tuhan Yesus bisa berkata saja tanpa harus menjamah atau mengulurkan tangan-Nya, tetapi karena kasih-Nya yang begitu besar kepada orang ini sehingga Ia mau mengulurkan tangan-Nya.

Begitu pula dalam kehidupan kita, Yesus mau mengulurkan tangan-Nya untuk kita, tetapi apakah kita mau dijamah-Nya?

Seringkali kita bukannya datang dan berlutut untuk merendahkan diri dibawah kaki-Nya, tetapi kita malah menjauh dari kasih karunia Allah. Marilah kita datang kepada Yesus dan berlutut untuk merendahkan diri di kaki-Nya serta memohon agar menyucikan hati kita supaya kita tahir (di kuduskan).

Kusta berbicara tentang dosa-dosa, kesalahan dan pelanggaran kita marilah kita datang merendahkan diri di hadapan-Nya dan berkata: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."

Janganlah seorang pun dari antara kita yang merasa terlalu najis, terlalu berdosa, terlalu kotor dan hina, terlalu kecil dan remeh untuk diterima oleh Yesus. Janganlah kita menjauhkan diri dari orang-orang banyak, jangan menjauhkan diri dari gereja, jangan menjauhkan diri dari persekutuan doa. Mari datanglah dan berlutut di bawah kaki Yesus, pasti hidup kita akan dipulihkan.

Sekalipun dosa kita merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun dosa kita berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Pasti Tuhan akan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Karena "YESUS SANGGUP" memulihkan hidup kita.

Penulis : Matius Saleh.

Bagikan Ini :

Previous
Next Post »